
Oleh: Deon Yohanes Wonggo
CAHAYASIANG.ID – Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD memantik beragam komentar publik, ada yang setuju (Elit Politik) ada pula penentang keras (Masyarakat Biasa) digulirkan nya isu tersebut ke publik.
Salah satu analisis sosial paling mendasarkan buat menganalisis untung rugi Kepala Daerah dipilih DPRD, atau Tetap dipilih oleh rakyat secara langsung adalah Analisa SWOT.
Maka sebagai berikut pandangan sederhana menggunakan Analisis SWOT terkait sistem pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD menurut perenungan saya secara pribadi:
- Strengths (Kekuatan)
– Efisiensi proses dan biaya: Mengurangi biaya besar penyelenggaraan pemilihan langsung dan dapat segera mengisi jabatan jika terjadi kekosongan yang melampaui batas waktu sesuai peraturan.
– Evaluasi kompetensi yang mendalam: DPRD dapat mengevaluasi calon secara komprehensif berdasarkan riwayat kerja, visi-misi, dan kemampuan teknis dalam mengelola daerah.
– Sinergi eksekutif-legislatif: Memudahkan koordinasi dan pengawasan terhadap kinerja Kepala Daerah, karena ada mekanisme pertanggungjawaban yang lebih terstruktur.
- Weaknesses (Kelemahan)
– Kurangnya legitimasi rakyat: Tidak mencerminkan aspirasi langsung masyarakat, sehingga Kepala Daerah cenderung lebih loyal kepada pengusungnya di DPRD ketimbang rakyat.
– Rawan praktik politik tidak sehat: Berpotensi menjadi sarana korupsi, kolusi, nepotisme, serta transaksi politik antar elite partai.
– Pertentangan konstitusional: Bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/Puu-XXII/2024 yang menetapkan pilkada harus dilakukan secara langsung.
- Opportunities (Peluang)
– Pengendalian konflik sosial: Mengurangi potensi konflik horizontal...






