
CAHAYASIANG.ID, MINUT — Menanggapi pemberitaan yang beredar luas terkait dugaan pelanggaran dalam aktivitas bunker (pengisian) BBM jenis solar di Dermaga Pelabuhan Munte, wilayah KUPP Likupang, pihak terkait akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Ditegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), penggunaan dermaga yang tidak sesuai, hingga dugaan distribusi BBM ilegal adalah tidak benar dan tidak berdasar.
Aktivitas pengisian BBM terhadap kapal SPOB Fortune Selatan disebut telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku serta berada dalam pengawasan pihak berwenang. Proses distribusi BBM juga dipastikan mengikuti jalur resmi dan telah memenuhi ketentuan administrasi maupun teknis.
Terkait penggunaan truk tangki bertuliskan “Jobroindo Makmur” dalam proses pengangkutan BBM, dijelaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan bagian dari mitra distribusi yang sah dan telah mengantongi izin operasional sesuai regulasi yang berlaku.
Selain itu, isu yang menyebut BBM berasal dari “buangan” PLTD juga dibantah tegas. Pihak terkait menegaskan bahwa seluruh pasokan BBM berasal dari sumber resmi dan tercatat dalam sistem distribusi yang diawasi secara ketat.
Mengenai penggunaan Dermaga Munte, dijelaskan bahwa aktivitas yang dilakukan masih dalam koridor yang diperbolehkan dan telah melalui koordinasi dengan otoritas setempat. Tidak terdapat pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan dalam pemberitaan sebelumnya.
Pihak terkait juga menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai tidak akurat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keliru,” ujar perwakilan pihak terkait.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya.(*RS)





